Berkenalan Dengan Lalat Tentara Hitam

Berbicara soal lalat mungkin akan membuat Anda geli. Memang, lalat selalu identik dengan sampah, sumber penyakit dan segala hal lain yang menjijikan. Tetapi, percaya atau tidak, Lalat Tentara Hitam justru sebaliknya, karena lalat ini tidak memiliki vektor penyakit tertentu.

Lalat yang bernama latin Hermetia illucens ini juga memiliki nama populer dalam bahasa Inggris, yaitu Black Soldier Fly (BSF). Jenis lalat ini pada dasarnya berasal jauh dari Amerika yang kemudian tersebar ke wilayah subtropis dan tropis dunia (Čičková et al. 2015). Iklim Indonesia yang tropis membentuk ekosistem yang kondusif bagi BSf untuk berkembang biak secara alami maupun dibudidaya.

Tampilan BSF secara umum berwarna hitam. Bagian segmen basal abdomennya berwarna transparan (wasp waist). Sehingga, sekilas kita akan melihatnya mirip dengan abdomen yang dimiliki lebah. Panjang BSF sendiri berkisar antara 15 – 20 milimeter dengan masa hidup 5 – 8 hari (Wardhana, 2016).

Saat BSF dewasa berkembang dari pupa, kondisi sayap masih terlipat. Perlahan, sayap tersebut akan mengembang sempurna hingga menutupi bagian torak. Berdasarkan jenis kelaminnya, BSF betina dan jantan memiliki masa hidup yang berbeda. Dimana BSF betina memiliki masa hidup yang lebih pendek dibandingkan BSF jantan.

Selain itu, BSF dewasa tidak memiliki bagian mulut yang fungsional, karena BSF dewasa hanya beraktivitas untuk kawin dan bereproduksi sepanjang hidupnya. Kebutuhan nutrien lalat dewasa tergantung pada kandungan lemak yang disimpan saat masa pupa. Oleh karena itu, jika simpanan lemak mereka habis, maka lalat akan mati (Makkar et al. 2014).

Hal itu yang membuat BSF tidak punya kecenderungan untuk menularkan penyakit seperti pada lalat hijau pada umumnya. Mulut fungsional yang tidak dimiliki BSF membuat lalat jenis ini cenderung aman bagi manusia. Sebaliknya, lalat ini justru dapat menjadi solusi atas permasalahan sampah yang kita hadapi saat ini. Bagaimana itu bisa terjadi? Tunggu artikel berikutnya ya!

Sumber:
Čičková H, Newton GL, Lacy RC, Kozánek M. 2015. The use of fly larvae for organic waste treatment. Waste Manag. 35:68 80.
Makkar HPS, Tran G, Heuze V, Ankreas P. 2014. State of the art on use of insects as animal feed. Anim Feed Sci Technol. 197:1-33.
Wardhana, April Hari. 2016. Black Soldier Fly (Hermetia illucens) sebagai Sumber Protein Alternatif
untuk Pakan Ternak. WARTAZOA Vol. 26 No. 2 Th. 2016 Hlm. 069-078.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *